AMBON,-TANASE.CO.ID – Ribuan warga memadati kawasan bawah Jembatan Merah Putih, Kota Ambon, Jumat (29/10), untuk menyaksikan pembukaan Ambon Hawaiian Music Band Competition 2026. Untuk pertama kalinya, kompetisi musik Hawaiian tersebut dipusatkan di bawah jembatan yang menjadi salah satu ikon Kota Ambon.
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, secara resmi membuka kompetisi yang mengusung tema “Harmony of the Islands” itu. Hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, ST., MT., bersama panitia dan masyarakat yang antusias menyaksikan perhelatan musik tersebut.
Dalam sambutannya, Ely menegaskan bahwa musik memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat Ambon. Musik bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari perjalanan keluarga, kehidupan bermasyarakat, serta berbagai tradisi adat dan kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurutnya, pelestarian musik daerah menjadi tanggung jawab bersama agar kekayaan budaya Maluku tidak semakin jauh dari kehidupan generasi muda.
“Jangan sampai generasi muda kita lebih mengenal musik dari berbagai belahan dunia, tetapi justru asing terhadap kekayaan musik dari tanahnya sendiri,” demikian pesan Eli dalam sambutannya.
Ia mengingatkan, lagu-lagu daerah yang dahulu hidup dalam keseharian orang tua dan leluhur tidak boleh berhenti sebagai kenangan. Musik tradisional harus terus dinyanyikan, dimainkan, dan diwariskan kepada anak cucu.
Karena itu, Ely mengajak pemerintah, komunitas musik, lembaga pendidikan, keluarga, serta generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.




