Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sahari di Lahasuang yang melibatkan ratusan pelaku UMKM lokal di Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Menghidupkan Negeri Berdampak, Mari Kasi Pono dan Kasi Rame”, kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan negeri, mulai dari produk UMKM, kuliner tradisional, sektor pariwisata hingga kekayaan budaya lokal.
Tidak sekadar menjadi ajang promosi produk, Sahari di Lahasuang juga diarahkan untuk membuka peluang pengembangan usaha serta memperkuat pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.
Ketua Panitia Sahari di Lahasuang, Alwiyah Fadlun Alaydrus, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah nyata PIM Maluku dalam mengangkat potensi ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.
Menurutnya, Negeri Laha memiliki beragam potensi yang dapat terus dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat apabila mendapat dukungan, pembinaan dan ruang promosi yang memadai.
“Seluruh UMKM yang mengikuti kegiatan ini berasal dari Negeri Laha. Hal ini sekaligus menjadi upaya kami untuk menunjukkan dan memperkenalkan potensi negeri yang selama ini dimiliki masyarakat,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Kegiatan Seremonial
Alwiyah menegaskan, pemberdayaan masyarakat yang digagas PIM Maluku tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan sesaat, tetapi diharapkan menjadi bagian dari gerakan ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM lokal memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk dan usaha mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat setempat juga menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan memperkuat identitas budaya Negeri Laha.
Semangat “Kasi Pono dan Kasi Rame” yang diangkat dalam kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan ajakan untuk menghidupkan aktivitas ekonomi, memperkuat kebersamaan dan menjadikan potensi negeri sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.
Melalui Sahari di Lahasuang, PIM Maluku berharap produk lokal, kuliner tradisional dan potensi wisata Negeri Laha semakin dikenal, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk terus tumbuh dan berkembang.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada potensi lokal dan pelestarian budaya di Maluku.




