TANASE.ID,-AMBON – Pemerintah Kota Ambon mendukung peluncuran proyek perubahan SEMPE IVA (Sadar, Ajak, Edukasi dan Mau Periksa IVA) sebagai upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, saat menghadiri sekaligus meluncurkan proyek perubahan SEMPE IVA yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Dr. Johan S. Norimarna, M.K.M., peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026. Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa M. Wattimena, bersama para undangan dan pemangku kepentingan bidang kesehatan.

Dalam sambutannya, Ely menegaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan investasi penting bagi masa depan keluarga dan masyarakat. Perempuan yang sehat dinilai memiliki peran strategis dalam pendidikan anak, kehidupan sosial, serta pembangunan daerah.

Menurutnya, kanker serviks masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius. Deteksi dini menjadi langkah penting karena penyakit tersebut kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

“Pemeriksaan IVA merupakan salah satu layanan yang mudah diakses dan dapat membantu menemukan faktor risiko maupun kelainan secara lebih dini,” ujarnya.

Ely menjelaskan, tantangan pencegahan kanker serviks bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga rendahnya informasi, rasa takut, rasa malu, serta persepsi yang kurang tepat di tengah masyarakat. Karena itu, edukasi yang berkelanjutan perlu diperkuat agar semakin banyak perempuan memahami pentingnya pemeriksaan dini.

Ia berharap SEMPE IVA tidak berhenti sebagai proyek perubahan semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan kader kesehatan, Tim Penggerak PKK, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

“Saya mengajak kader kesehatan dan tim penggerak PKK untuk terus menjadi ujung tombak edukasi di tengah masyarakat. Bangun komunikasi yang santun, berikan informasi yang benar, dan dampingi masyarakat dengan penuh empati,” katanya.

Ely juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang profesional, ramah, serta menghormati privasi pasien. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus mudah dipahami sehingga dapat mendorong perempuan untuk memeriksakan kesehatan tanpa rasa takut maupun malu.

Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari meningkatnya jumlah perempuan yang memperoleh informasi yang benar, bersedia menjalani pemeriksaan, dan mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhan.

Selaku mentor proyek perubahan tersebut, Eli menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon atas inovasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dalam deteksi dini kanker serviks.

Ia berharap SEMPE IVA dapat berkontribusi terhadap penurunan kasus kanker serviks di Kota Ambon sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di masyarakat.

Melalui gerakan Sadar, Ajak, Edukasi dan Mau Periksa IVA, Pemerintah Kota Ambon mendorong peningkatan kesadaran perempuan agar lebih peduli terhadap kesehatan diri. Upaya ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk memperluas edukasi dan memperkuat pelayanan deteksi dini kanker serviks di Kota Ambon.