AMBON,TANASE.ID – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos., memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon bersama sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder), distributor dan instansi terkait, Jumat (30/10).
Pertemuan tersebut membahas langkah strategis pengendalian inflasi daerah sekaligus memperkenalkan aplikasi SIKENDALI (Sinergitas Kendali Inflasi dan Neraca Logistik) sebagai instrumen untuk memperkuat koordinasi, pemantauan harga, serta ketersediaan pasokan kebutuhan pokok di Kota Ambon.
Dalam arahannya, Toisutta menyampaikan bahwa berdasarkan data Indeks Harga Konsumen (IHK), Kota Ambon pada September 2026 mencatat inflasi bulanan sebesar 0,68 persen, inflasi tahun kalender 3,29 persen, dan inflasi tahunan mencapai 4,76 persen.
Menurutnya, angka tersebut menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan langkah konkret dan sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Toisutta menegaskan, pengendalian inflasi harus dilakukan melalui strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Pada aspek keterjangkauan harga, dirinya menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk lebih masif melaksanakan Operasi Pasar Murah maupun Gerakan Pangan Murah (GPM), khususnya di kawasan permukiman padat penduduk dan kecamatan yang membutuhkan.
Sementara untuk menjaga ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan didorong mengoptimalkan gerakan menanam, khususnya komoditas cabai dan bawang, melalui kelompok tani lokal di wilayah Taeno maupun Hutumuri.




